that's my next project...
wait guys;)
Kamis, 06 Januari 2011
Rabu, 05 Januari 2011
In The Dark
I stand alone at the gloomy night
Gazing at the sky
Waiting for the light
Thinking of the guy
Oh night...
Is it the dark that you made?
Oh sky...
Would you bring me to fly?
To see that guy
Who loves to lie
Is it the dark in my heart?
Or my heart in the dark?
Gazing at the sky
Waiting for the light
Thinking of the guy
Oh night...
Is it the dark that you made?
Oh sky...
Would you bring me to fly?
To see that guy
Who loves to lie
Is it the dark in my heart?
Or my heart in the dark?
Dari Kejauhan
Sebut saja namanya Murfi. Dia cowo berusia 23 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di kota kembang Bandung. Parasnya tak serupawan Irfan Bachdim, namun pesonanya melebihi Don Juan. Dia anak cowo satu-satunya dari 3 bersaudara yang notabene anak kokay. Gayanya sih sederhana dan anaknya supel, ramah pada semua orang, saking ramahnya, terkadang cewe-cewe salah mengartikan keramahannya, termasuk saya.
Hmmm. Saya kenal Murfi dari salah seorang temen SMP saya. Berteman semakin intens di jejaring sosial Facebook. Saya sih jarang sekali post comment di status dia, tapi semenjak saya suka update status tentang bola, dia jadi sering post comment di status saya. Terlebih, dia sering mengawali obrolan di line chat.
"Update status lagi dong" katanya di chat pertama kami. "ntar gw komen lagi deh" lanjutnya. Saya yg pada saat itu sedang online menggunakan HP tidak tahu benar siapa yg men'chat' saya karena nama penggunanya tidak timbul, membalas "hehehhe, nanti yaa, tapi maaf ini siapa ya?" tanya saya. Lalu dia balas "ah, masa gak tau sih sama cowo ganteng" saya bilang, "iya bener gak tau, soalnya gak muncul tuh nama situ." lantas dia jawab, "ini gw, Murfi" saya, "hoo, lo, Fi" Semakin larut semakin panjanglah obrolan kami, ditambah saya pindah online menggunakan laptop setelah saya tiba di rumah.
Hari berganti hari, dan pada suatu malam di perbincangan kami di chat line, kami saling bertukar nomer handphone, dan kemesraan kami pun berpindah ke SMS. Dia bisa mengalihkan kesedihanku yang notabene pada saat itu baru saja putus cinta. Dia pandai merangkai kata-kata mesra tapi gak bikin garing. Pokoknya He is my HERO at that time.
Semakin hari berganti, semakin terlena pula saya dibuatnya. Bodohnya saya, saya mengetahui bahwa dia sudah punya kekasih. Tapi, hati ini tak ingin menolak tiap kali dia membuai saya dengan kelucuannya.
Terlena, terhanyut, terbuai, dan itulah adanya saya pada saat itu.
Tibalah saatnya dia menyambangi saya ke kota Gajah, Bandar Lampung. Ya, saya menghabiskan hari-hari saya selama beberapa tahun belakangan ini di kota ini, Bandar Lampung. Saya salah seorang mahasiswi semester akhir di salah satu universitas ternama Lampung.
Saya pikir, pertemuan ini hanya akan menjadi pertemuan biasa karena saya sadar posisi saya. Tapi, entah mengapa dia terus membuai saya dan saya pun terpikat. Kami berjalan bersama bak sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Sampai pada akhirnya dia harus kembali ke Ibu Kota dan saya melepasnya di bandar udara.
Sedih, merasa sepi begitu dia pergi, tapi saya ingat janjinya yang akan kembali lagi untuk menyambangi saya.
Hari demi hari saya terus menanti, tapi mengapa semua berbeda. Semua berubah. Dia tak sama lagi seperti sebelum dia datang kesini. Dia tak pernah lagi menyambangi saya di dunia maya. Dia pun tak pernah lagi menjawab pesan singkat saya atau pun menerima panggilan dari saya.
Tuhannnn... saya merasa hancur. Benar-benar hancur. Semudah itu dia meninggalkan saya dan kenangan kita?!.
Rasa hati ingin saja melupakannya, tapi rasa cinta yang begitu dalam ini tak enggan berlalu hanya dengan kenangan saja. Saya pun terus mencoba untuk meraih rayuannya lagi, walau tak mendapatkan hasil.
Saya pun terus mencari jalan. Teman SMP saya. Ya, teman saya itu lah yang bisa me'link' saya dengan dia. Dan saya pun mendapatkan jalan itu. Ternyata, dia menutup akun facebook'nya dan menggantinya dengan yang baru. Setiap kali dia update, teman saya selalu memberitahu saya. Merasa penasaran tentang kebenarannya, saya pun meminta password akun teman saya untuk bisa melihat pergerakan Mufri di dunia maya. Betapa shock'nya saya begitu saya tahu bahwa dia sedang berada di kota dimana saya berada. Mengapa dia tidak memeberitahu saya tentang kedatangannya lagi? Mengapa dia tidak menyambangi saya lagi? Mengapa oh mengapa?.
Dan saya pun hanya bisa menatapnya dari kejauhan.
Hmmm. Saya kenal Murfi dari salah seorang temen SMP saya. Berteman semakin intens di jejaring sosial Facebook. Saya sih jarang sekali post comment di status dia, tapi semenjak saya suka update status tentang bola, dia jadi sering post comment di status saya. Terlebih, dia sering mengawali obrolan di line chat.
"Update status lagi dong" katanya di chat pertama kami. "ntar gw komen lagi deh" lanjutnya. Saya yg pada saat itu sedang online menggunakan HP tidak tahu benar siapa yg men'chat' saya karena nama penggunanya tidak timbul, membalas "hehehhe, nanti yaa, tapi maaf ini siapa ya?" tanya saya. Lalu dia balas "ah, masa gak tau sih sama cowo ganteng" saya bilang, "iya bener gak tau, soalnya gak muncul tuh nama situ." lantas dia jawab, "ini gw, Murfi" saya, "hoo, lo, Fi" Semakin larut semakin panjanglah obrolan kami, ditambah saya pindah online menggunakan laptop setelah saya tiba di rumah.
Hari berganti hari, dan pada suatu malam di perbincangan kami di chat line, kami saling bertukar nomer handphone, dan kemesraan kami pun berpindah ke SMS. Dia bisa mengalihkan kesedihanku yang notabene pada saat itu baru saja putus cinta. Dia pandai merangkai kata-kata mesra tapi gak bikin garing. Pokoknya He is my HERO at that time.
Semakin hari berganti, semakin terlena pula saya dibuatnya. Bodohnya saya, saya mengetahui bahwa dia sudah punya kekasih. Tapi, hati ini tak ingin menolak tiap kali dia membuai saya dengan kelucuannya.
Terlena, terhanyut, terbuai, dan itulah adanya saya pada saat itu.
Tibalah saatnya dia menyambangi saya ke kota Gajah, Bandar Lampung. Ya, saya menghabiskan hari-hari saya selama beberapa tahun belakangan ini di kota ini, Bandar Lampung. Saya salah seorang mahasiswi semester akhir di salah satu universitas ternama Lampung.
Saya pikir, pertemuan ini hanya akan menjadi pertemuan biasa karena saya sadar posisi saya. Tapi, entah mengapa dia terus membuai saya dan saya pun terpikat. Kami berjalan bersama bak sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Sampai pada akhirnya dia harus kembali ke Ibu Kota dan saya melepasnya di bandar udara.
Sedih, merasa sepi begitu dia pergi, tapi saya ingat janjinya yang akan kembali lagi untuk menyambangi saya.
Hari demi hari saya terus menanti, tapi mengapa semua berbeda. Semua berubah. Dia tak sama lagi seperti sebelum dia datang kesini. Dia tak pernah lagi menyambangi saya di dunia maya. Dia pun tak pernah lagi menjawab pesan singkat saya atau pun menerima panggilan dari saya.
Tuhannnn... saya merasa hancur. Benar-benar hancur. Semudah itu dia meninggalkan saya dan kenangan kita?!.
Rasa hati ingin saja melupakannya, tapi rasa cinta yang begitu dalam ini tak enggan berlalu hanya dengan kenangan saja. Saya pun terus mencoba untuk meraih rayuannya lagi, walau tak mendapatkan hasil.
Saya pun terus mencari jalan. Teman SMP saya. Ya, teman saya itu lah yang bisa me'link' saya dengan dia. Dan saya pun mendapatkan jalan itu. Ternyata, dia menutup akun facebook'nya dan menggantinya dengan yang baru. Setiap kali dia update, teman saya selalu memberitahu saya. Merasa penasaran tentang kebenarannya, saya pun meminta password akun teman saya untuk bisa melihat pergerakan Mufri di dunia maya. Betapa shock'nya saya begitu saya tahu bahwa dia sedang berada di kota dimana saya berada. Mengapa dia tidak memeberitahu saya tentang kedatangannya lagi? Mengapa dia tidak menyambangi saya lagi? Mengapa oh mengapa?.
Dan saya pun hanya bisa menatapnya dari kejauhan.
Selasa, 04 Januari 2011
Reporter wanna be
I'm offered by a friend of mine to be a reporter on "English zone" field in his faculty magazine, it's such a great work to do... I'm so happy for this. Wish me luck guys, I'll give my best;)
Langganan:
Komentar (Atom)